Sejarah

Eksistensi program studi Hukum Bisnis Syariah sebagai program studi keislaman di lingkungan PTUN Universitas Trunojoyo Madura dilatarbelakangi oleh rekomendasi ulama dan masyarakat madura ketika proses peralihan Universitas Bangkalan sebagai perguruan tinggi swasta menjadi Universitas Trunojoyo Madura sebagai Perguruan Tinggi Umum Negeri pada tahun 2001. Rekomendasi tersebut mengamanahkan adanya prodi keislaman di lingkungan PTUN ini. Akhirnya, dibentuklah prodi Hukum Bisnis Syariah dan Ekonomi Syariah berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.00.9/961/2010 perihal rekomendasi pembukaan program-program studi (S1) baru pada Universitas Trunojoyo Madura dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 225/D/O/2010 tentang pemberian ijin penyelenggaraanProgram studi hukum bisnis syariah dan ekonomi syariah (S1) pada Universitas Trunojoyo Madura.

Makna filosofis yang terkandung dalam harapan dan rekomendasi ulama dan masyarakat pada adanya prodi keislaman di perguruan tinggi umum ini adalah adanya islamisasi ilmu pengetahuan yang diharapkan mampu menjadi bekal intelektual sekaligus moral berbasis al-Qur’an dan hadits (syariah). Islamisasi ilmu pengetahuan di PTUN dapat dilakukan dengan model integrasi visi Islam dalam pendidikan umum (ilmu pengetahuan umum) yang menyediakan pilihan program studi keislaman selain progam studi umum di lingkungan PTUN. Selanjutnya prodi keislaman ini akan menjadi model integrasi visi Islam dalam ilmu pengetahuan umum khususnya ilmu hukum bisnis, oleh karenanya Universitas Trunojoyo Madura ber”ijtihad” membuka dan menyelenggarakan program studi Hukum Bisnis Syariah untuk tujuan dimaksud.

Sementara ini program studi hukum bisnis syariah masih berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya yang diharapkan akan segera terbentuk Fakultas Agama Islam untuk menaungi program-program studi keislaman di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura, karena sebagai satu-satunya PTUN di Madura, Universitas Trunojoyo Madura berupaya meningkatkan pelayanan dan memperhatikan tuntutan masyarakat khususnya masyarakat wilayah madura yang nota bene dominan umat Islam untuk syiar Islam, dan banyaknya pondok pesantren di Madura yang membuka madrasah ataupun sekolah umum sehingga dipandang perlu menyediakan program-program studi keislaman selain program-program studi umum sebagai rujukan setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah atau madrasah, sekaligus untuk memenuhi tuntutan user (pengguna lulusan) di dunia kerja nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *